
Dilema yang rasanya hampir di alami semua yang baru lulus DKV atau yang baru memulai karier sebagai graphic designer: "Gimana cara nentuin harga design logo? Berapa harga nge-design branding?
Kemahalan enggak ya kalo gue kasih segini? Kemurahan enggak untuk design seperti ini?". Sudah usaha google ke sana ke sini, nanya dosen, temen kenapa enggak bisa memberikan 1 kalimat yang memuaskan? Kenapa enggak langsung sebut nominal average-nya saja sih?
Familiar?
Curhatan ini udah sering banget dimention-kan ke Geetha via di twitter . Sudah beberapa kali dibahas, tapi kamu tahulah di twitter kan terbatas karakternya jadi enggak bisa terlalu maksimal menjabarkan jawabannya. Shall we start how to decide your design fee?
SPESIALIS, SKILL
Ini paling dasar, jabarkan apa saja spesialismu, skillmu bisa apa saja, menguasai software Photoshop di level pemula/menengah/mahir? Selain graphic design, kamu bisa motret? Design website? Video editing? Ngerti coding-coding-an? Itu bisa jadi nilai plus. Kalo dari sini kamu sudah tahu apa kelebihanmu, maka langkah berikutnya lebih mudah.
TARGET AUDIENCE
Siapa calon client-mu? Apa profesi target client? Apa golongan ekonomi mereka masuk di menengah-bawah atau menengah-atas? Ini masih ada hubungan dengan bab SPESIALIS, SKILL di atas. Jika kamu bisa gambar, ilustrasi dengan style dark, metal, beast mungkin targetmu adalah anak band, musisi, owner clothing distro misalnya.
Contoh lain: style design-mu lebih clean, minimalist tapi powerful, peminatmu bisa dari bank, rumah sakit hingga perusahaan besar (mobil, minuman, dan lainnya). Dari sini sudah dapat gambaran kira-kira mereka punya 'duit' berapa. Menentukan harga design branding clothing tentu tidak sama dengan harga untuk branding bank.
FLAT VS HOURLY?
Bagaimana cara kamu men-charge ke client: harga dipukul rata semua apa mau hitungan per jam? Enggak ada yang salah, karena semua tergantung kamunya lebih nyaman seperti apa. Kalo Geetha pribadi, biasanya flat nanti kalo ada revisi tambahan atau yang diluar perjanjian, Geetha baru akan charge per jam. Bahkan tarif flat pun, Geetha sudah state dari awal jam kerja: Senin-Jumat, jam 09.00~17.00. Kalo harus kerja di luar jam itu, juga Geetha akan charge tarif per jam karena dihitungnya lembur. Lihat di sini rumus cara menghitung tarif flat dan per jam.
RESEARCH
Kamu enggak ada gambaran average fee nya berapa untuk target audience? Research! Biasanya di beberapa website kompetitor mereka sudah mencantumkan harga. Jadi kamu bisa lihat di situ. Sebetulnya ada nilai plusnya mencantumkan harga di website, karena calon client yang sudah sreg sama harga dari yang sudah ditulis di website akan langsung menghubungi. Otomatis lebih efisien. Tapi banyak juga sih yang enggak mencantumkan, lebih prefer di kontak via e-mail/telp. Konsekuensinya akan banyak banget yang ngontak nanya-nanya harga lalu ngilang hehehe.
Begitu sudah mendapat gambaran harga, selanjutnya terserah kamu. Mau disamakan, lebih murah atau lebih mahal? Tips: kalau masih pemula (baru mendalami menjadi desainer grafis) baiknya pada awalnya memasang harga lebih murah terlebih dahulu. Baru dengan seiring waktu dan pengalaman, kamu bisa perlahan menaikkan harganya.
PENGALAMAN (PORTFOLIO)
Udah berapa kali menangani client? Siapa saja mereka? Pernah menangani client besar jugakah? Ini semua mempengaruhi. Jika kamu pernah sekali dapat client besar, bisa dijadikan pancingan untuk dapat client besar lainnya. Otomatis, kamu bisa menaikkan fee design-mu. Tapi ini enggak selalu dijadikan patokan bahwa harus dapat client besar baru bisa naikin fee. Tenang aja, nanti kamu juga tahu waktunya kapan naikin fee design-mu. Ingatlah, lebih baik kejar dulu pengalaman maka uang akan mengikuti.
Nah bagaimana kalo belum punya pengalaman sama sekali? Jangan bingung, design saja client fiktif (bohong-bohongan). Kamu bisa lihat "Tips: Desain Fiktif" di sini. Supaya design-mu terlihat lebih profesional, gunakan template mock-up branding yang keren (dan gratis!) di sini.
PROMOSI DIRI
Kalo di online, target audience paling sering 'eksis' di mana? FB? Twitter? Instagram? Behance? 'Jualan'-lah di situ. Kalo di offline, jangan lupakan the power of name card. Jika ada workshop, gathering, pameran kesenian dan lain-lain pastikan siap selalu kartu nama. Design-lah kartu nama seunik mungkin. Kamu yang baru memulai menjadi graphic designer bisa mencontoh kartu nama dengan style letterpress di sini.
KESIMPULAN
Mau harga sedikit dibawah kompetitor, mau disamain atau berani masang lebih mahal. Just do it. Selama kamu sudah melakukan semua tips dari Geetha di atas ini, kamu seharusnya lebih mudah menentukan harga desain. Sekarang kamu mengerti kan, kenapa menjelaskan berapa harga desain tidak bisa singkat dan padat? :)
Punya tips lain yang membantumu menentukan harga desainkah #Geether? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini ~
Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin
Kemahalan enggak ya kalo gue kasih segini? Kemurahan enggak untuk design seperti ini?". Sudah usaha google ke sana ke sini, nanya dosen, temen kenapa enggak bisa memberikan 1 kalimat yang memuaskan? Kenapa enggak langsung sebut nominal average-nya saja sih?
Familiar?
Curhatan ini udah sering banget dimention-kan ke Geetha via di twitter . Sudah beberapa kali dibahas, tapi kamu tahulah di twitter kan terbatas karakternya jadi enggak bisa terlalu maksimal menjabarkan jawabannya. Shall we start how to decide your design fee?
SPESIALIS, SKILL
Ini paling dasar, jabarkan apa saja spesialismu, skillmu bisa apa saja, menguasai software Photoshop di level pemula/menengah/mahir? Selain graphic design, kamu bisa motret? Design website? Video editing? Ngerti coding-coding-an? Itu bisa jadi nilai plus. Kalo dari sini kamu sudah tahu apa kelebihanmu, maka langkah berikutnya lebih mudah.
TARGET AUDIENCE
Siapa calon client-mu? Apa profesi target client? Apa golongan ekonomi mereka masuk di menengah-bawah atau menengah-atas? Ini masih ada hubungan dengan bab SPESIALIS, SKILL di atas. Jika kamu bisa gambar, ilustrasi dengan style dark, metal, beast mungkin targetmu adalah anak band, musisi, owner clothing distro misalnya.
Contoh lain: style design-mu lebih clean, minimalist tapi powerful, peminatmu bisa dari bank, rumah sakit hingga perusahaan besar (mobil, minuman, dan lainnya). Dari sini sudah dapat gambaran kira-kira mereka punya 'duit' berapa. Menentukan harga design branding clothing tentu tidak sama dengan harga untuk branding bank.
FLAT VS HOURLY?
Bagaimana cara kamu men-charge ke client: harga dipukul rata semua apa mau hitungan per jam? Enggak ada yang salah, karena semua tergantung kamunya lebih nyaman seperti apa. Kalo Geetha pribadi, biasanya flat nanti kalo ada revisi tambahan atau yang diluar perjanjian, Geetha baru akan charge per jam. Bahkan tarif flat pun, Geetha sudah state dari awal jam kerja: Senin-Jumat, jam 09.00~17.00. Kalo harus kerja di luar jam itu, juga Geetha akan charge tarif per jam karena dihitungnya lembur. Lihat di sini rumus cara menghitung tarif flat dan per jam.
RESEARCH
Kamu enggak ada gambaran average fee nya berapa untuk target audience? Research! Biasanya di beberapa website kompetitor mereka sudah mencantumkan harga. Jadi kamu bisa lihat di situ. Sebetulnya ada nilai plusnya mencantumkan harga di website, karena calon client yang sudah sreg sama harga dari yang sudah ditulis di website akan langsung menghubungi. Otomatis lebih efisien. Tapi banyak juga sih yang enggak mencantumkan, lebih prefer di kontak via e-mail/telp. Konsekuensinya akan banyak banget yang ngontak nanya-nanya harga lalu ngilang hehehe.
Begitu sudah mendapat gambaran harga, selanjutnya terserah kamu. Mau disamakan, lebih murah atau lebih mahal? Tips: kalau masih pemula (baru mendalami menjadi desainer grafis) baiknya pada awalnya memasang harga lebih murah terlebih dahulu. Baru dengan seiring waktu dan pengalaman, kamu bisa perlahan menaikkan harganya.
PENGALAMAN (PORTFOLIO)
Udah berapa kali menangani client? Siapa saja mereka? Pernah menangani client besar jugakah? Ini semua mempengaruhi. Jika kamu pernah sekali dapat client besar, bisa dijadikan pancingan untuk dapat client besar lainnya. Otomatis, kamu bisa menaikkan fee design-mu. Tapi ini enggak selalu dijadikan patokan bahwa harus dapat client besar baru bisa naikin fee. Tenang aja, nanti kamu juga tahu waktunya kapan naikin fee design-mu. Ingatlah, lebih baik kejar dulu pengalaman maka uang akan mengikuti.
Nah bagaimana kalo belum punya pengalaman sama sekali? Jangan bingung, design saja client fiktif (bohong-bohongan). Kamu bisa lihat "Tips: Desain Fiktif" di sini. Supaya design-mu terlihat lebih profesional, gunakan template mock-up branding yang keren (dan gratis!) di sini.
PROMOSI DIRI
Kalo di online, target audience paling sering 'eksis' di mana? FB? Twitter? Instagram? Behance? 'Jualan'-lah di situ. Kalo di offline, jangan lupakan the power of name card. Jika ada workshop, gathering, pameran kesenian dan lain-lain pastikan siap selalu kartu nama. Design-lah kartu nama seunik mungkin. Kamu yang baru memulai menjadi graphic designer bisa mencontoh kartu nama dengan style letterpress di sini.
KESIMPULAN
Mau harga sedikit dibawah kompetitor, mau disamain atau berani masang lebih mahal. Just do it. Selama kamu sudah melakukan semua tips dari Geetha di atas ini, kamu seharusnya lebih mudah menentukan harga desain. Sekarang kamu mengerti kan, kenapa menjelaskan berapa harga desain tidak bisa singkat dan padat? :)
Punya tips lain yang membantumu menentukan harga desainkah #Geether? Yuk kita saling share pada komen di bawah ini ~
Follow Geetha on Twitter + Facebook + Pinterest + Bloglovin
No comments:
Post a Comment
- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Jika ingin bertanya, tolong lihat dulu pada komentar sebelumnya.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, dan sebagainya.