“Dia [Torres] selalu membicarakan hal positif tentang Liverpool,” ungkap Sturridge. “Ketika kami berdua masih di Chelsea, dia berkata, ‘Liverpool sungguh menakjubkan.’ Tapi tidak hanya dia saja yang mengatakan itu. Yossi Benayoun mengatakan hal yang sama."
“Mereka berdua berujar, ‘Liverpool adalah klub terbaik yang pernah kami bela,’ atau ‘para fans akan membuat Anda merasa hebat,’ Tapi pada waktu itu, saya membutuhkan lebih dari semua itu lantaran saya sedang dalam kondisi buruk pada waktu itu.”
“Pada akhirnya, mudah untuk memutuskan pindah kemari. Saya, bersama ayah dan paman saya, semuanya beropini sama: inilah tempat terbaik untuk pindah. Saya sangat ingin bermain di sini untuk membuktikan kemampuan saya. Saya benar-benar termotivasi pada waktu itu dan tetap demikian sekarang ini. Banyak hal yang bisa kami raih ke depannya,” imbuh Sturridge.
Selain itu, Sturridge juga ingin meluruskan anggapan yang menyebut dirinya adalah mata duitan, mengingat dia adalah mantan pemain di dua klub kaya Inggris, Chelsea dan Manchester City.
“Saya ingin sukses, saya seorang pemenang dan ingin. Saya tak mau hanya duduk di bangku cadangan lalu mendapat uang. Orang-orang beranggapan bahwa saya meninggalkan City ke Chelsea untuk mendapat lebih banyak uang. Namun, mengapa saya dituduh seperti itu jika akhirnya saya meninggalkan kedua klub itu?” tutupnya.
No comments:
Post a Comment
- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Jika ingin bertanya, tolong lihat dulu pada komentar sebelumnya.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, dan sebagainya.