Yang Harus Anda Ketahui Tentang Android 5.0 Lollipop - Pemilihan nama Lollipop sebenarnya sudah ditebak jauh hari sebelumnya, meskipun sempat beredar rumor bahwa penamaan Android 5.0
ini akan menjadi Lemon Meringue Pie. Googlesudah terkenal memberi nama
seri Android yang mereka kembangkan berdasarkan nama kue dan snack
manis. Satu-satunya penamaan Android yang membuat kaget adalah Android
4.4 KitKat dimana sebelumnya santer diberitakan nama Key Lime Pie.
Banyak sekali fitur baru yang terdapat di Android 5.0 Lollipop. Mengutip
dari blog tersebut, “Lollipop adalah update Android paling besar dan
ambisius dengan lebih dari 5.000 API baru untuk para developer.” Kali
ini, Tech in Asia akan merangkum beberapa fitur utama baru yang dimiliki
oleh Android 5.0 Lollipop ini.
1. Desain keseluruhan yang baru Android 5.0
Lollipop memperkenalkan bahasa desain baru yang mereka sebut sebagai
Material Design. Google menggunakan bahasa desain ini untuk semua
aplikasi yang mereka miliki. Contoh nyata tampilan Material Design yang
sudah dapat Anda lihat pada aplikasi versi terbaru Google Play Store,
Google Chrome, Google Play Newsstand, dan Google Drive yang sudah ada di
perangkat Android Anda.
Desain ini mengedepankan tipografi yang bersih, jelas, dan mempunyai
warna-warna yang cerah dengan animasi yang sangat fluid. Mengambil tema
flat secara keseluruhan, bahasa desain ini tetap mengedepankan konteks
“nyata” dalam animasi yang digunakan. Elemen-elemen yang ada mempunyai
bayangan sehingga memberi kesan “hidup” ketika dioperasikan.
2. Notifikasi yang lebih pintar
Ketika menggunakan Android, kami sering terganggu dengan notifikasi yang
muncul ketika membuka sebuah aplikasi-terutama notifikasi panggilan
telepon yang sangat menyita perhatian. Anda juga mungkin merasakan hal
yang sama. Dan hal tersebut disadari juga oleh Google.
Melalui Android 5.0 Lollipop, Google memberi sistem notifikasi baru yang
disebut sebagai notifikasi “heads up”. Dengannya, Anda tidak akan
merasa terganggu lagi karena Anda bisa melakukan banyak hal seperti
menerima telepon atau membalas pesan langsung dari banner notifikasi.
Anda juga dapat mengatur notifikasi mana yang penting untuk ditampilkan.
Jadi misalnya, Anda dapat memilih untuk menyembunyikan notifikasi dari
kontak A, dan memberi Anda notifikasi untuk kontak B. Hal ini juga dapat
diterapkan untuk aplikasi yang terpasang di perangkat Android Anda.
3. Performa yang lebih gegas berkat sistem runtime baru
Selama ini Android menggunakan sistem runtime yang dinamakan Dalvik.
Sistem tersebut sudah cukup kuno karena ada sejak pertama kali Android
diperkenalkan. Kini, Android 5.0 Lollipop menggunakan Android Runtime
(ART) secara default sebagai sistem runtime mereka. Sebelumnya, Android
KitKat yang terdapat di beberapa smartphone Android juga memberi opsi
apakah Anda ingin menggunakan ART. Namun, kala itu ART masih belum cukup
stabil untuk langsung digunakan secara default.
Manfaat dari sistem runtime baru ini adalah performa yang lebih gegas.
Google mengklaim bahwa sistem baru ini dapat berjalan empat kali lebih
cepat dibandingkan sistem lama mereka. Namun, kekurangan sistem baru ini
adalah belum 100 persen aplikasi di dalam Google Play Store sudah
mendukung ART. Jadi, ketika Anda menjalankan aplikasi lama yang tidak
di-update, besar kemungkinan aplikasi tersebut akan mengalami crash.
4. Android Kill Switch
Isu keamanan kini menjadi hal yang sangat penting bagi para pengguna
smartphone. Sebuah fitur yang dinamakan Factory Reset Protection kini
dapat diaktifkan pada Android 5.0 Lollipop. Dengannya, ketika Anda ingin
melakukan factory reset pada sebuah smartphone Android, Anda akan
memerlukan sebuah password yang sebelumnya telah ditetapkan.
Masih belum jelas apakah metode ini akan menjamin keamanan data Anda
ketika perangkat Android yang dimiliki hilang atau dicuri. Namun,
setidaknya Google sudah menyediakan cara dan menganggap bahwa isu ini
merupakan isu yang cukup penting.
5. Era komputasi 64-bit
Apple pertama kali memperkenalkan arsitektur 64-bit pada perangkat
mobile melalui smartphone iPhone 5s mereka. Dan kini, Google melakukan
hal serupa dengan Android 5.0 Lollipop. Dengan bantuan sistem runtime
ART, kini semua aplikasi Anda dapat berjalan dalam arsitektur 64-bit.
Hal ini membuka kemungkinan yang lebih luas. Bahkan, bukan tidak mungkin
sistem operasi mobile di masa depan dapat menggantikan sistem operasi
desktop Anda. Hal ini juga merupakan kabar baik bagi para produsen
perangkat Android. Karena dengannya, mereka dapat membuat sebuah
perangkat Android yang menggunakan prosesor sekelas prosesor desktop
PC.
Daftar di atas hanya menyorot perubahan terbesar yang ada di sistem
operasi Android terbaru dari Google. Selain poin tersebut di atas,
Android 5.0 Lollipop masih mempunyai fitur-fitur tambahan dari berbagai
aspek sistem operasi seperti kemampuan daya tahan baterai, keamanan,
konektivitas, media, layanan Google, aksesibilitas, dan lain sebagainya.
Bagi Anda yang ingin menggunakan Android 5.0 Lollipop, mungkin harus
menunggu beberapa saat sampai sistem operasi ini tersedia di perangkat
Anda. Nexus 6 dan Nexus 9 adalah perangkat pertama yang akan mendapatkan
sistem operasi ini dengan seri Nexus lainnya segera menyusul.
No comments:
Post a Comment
- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Jika ingin bertanya, tolong lihat dulu pada komentar sebelumnya.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, dan sebagainya.