Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Inilah Alasan Mengapa Suatu Kegiatan atau Penelitian diperlukan Proposal

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2015) Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam rencana kerja. Oleh karena itu Proposal dibuat sebelum pelaksanaan kegiatan. Jadi Proposal merupakan rancangan kegiatan dan persiapan segala yang berhubungan dengan alur kegiatan tersebut.

Alasan Mengapa Suatu Kegiatan atau Penelitian diperlukan Proposal
Alasan mengapa proposal perlu diadakan sebelum dilaksanakannya suatu kegiatan atau penelitian adalah karena proposal yang sifatnya sebagai usulan rancangan kegiatan akan memudahkan dalam permohonan izin pelaksanaan atau pun bantuan dana apabila kegiatan atau penelitian tersebut membutuhkan biaya.

Proposal sendiri diartikan sebagai rencana kerja yang ditulis dengan sistematis, formal dan terperinci mengenai program kerja serta teknis pelaksanaan suatu kegiatan atau penelitian. 

Adapun yang menjadi unsur-unsur utama sebuah proposal adalah:

  • Nama kegiatan
  • Dasar pemikiran
  • Bentuk kegiatan
  • Tujuan pelaksanaan kegiatan
  • Waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan
  • Pelaksanaan dan partisipan
  • Rencana anggaran

Pengertian dan Jenis-Jenis Proposal

Pengertian dan Jenis-Jenis Proposal

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2015) Proposal adalah rencana yang dituangkan dalam rencana kerja. Oleh karena itu Proposal dibuat sebelum pelaksanaan kegiatan. Jadi Proposal merupakan rancangan kegiatan dan persiapan segala yang berhubungan dengan alur kegiatan tersebut.

Jenis-Jenis Proposal Berdasarkan Bentuk Proposal

1). Proposal Formal
Proposal Berbentuk Formal Terdiri Atas Tiga Bagian Utama, Yaitu Bagian Pendahuluan, Isi Proposal, Dan Bagian Pelengkap Penutup. Bagian Pendahuluan Terdiri Atas: Sampul Dan Halaman Judul, Surat Pengantar (Kata Pengantar), Ikhtisar, Daftar Isi, Dan Pengesahan Permohonan. Bagian Isi Proposal Terdiri Atas: Latar Belakang, Pembatasan Masalah, Tujuan Ruang Lingkup, Pemikiran Dasar (Anggapan Dasar), Metodologi, Fasilitas, Personalia (Susunan Panitia), Keuntungan Dan Kerugian, Waktu, Dan Biaya. Sedangkan Bagian Pelengkap Penutup Berisi Daftar Pustaka, Lampiran, Tabel, Dan Sebagainya.

2). Proposal Non Formal
Proposal Non Formal Merupakan Variasi Atau Bentuk Lain Dari Bentuk Proposal Formal Karena Tidak Memenuhi Syarat-Syarat Tertentu Atau Tidak Selengkap Seperti Bentuk Formal. Proposal Non Formal Biasanya Disampaikan Dalam Bentuk Memorandum Atau Surat Sehingga Sebuah Proposal Non Formal Harus Selalu Mengandung Hal-Hal Berikut Yaitu, Masalah, Saran, Pemecahan, Dan Permohonan.

3). Proposal Semi Formal
Proposal Semi Formal Hampir Sama Dengan Proposal Non Formal Yaitu Variasi Atau Bentuk Lain Dari Bentuk Proposal Formal Karena Tidak Memenuhi Syarat-Syarat Tertentu Atau Tidak Selengkap Seperti Bentuk Formal

Jenis Proposal Secara Umum
Terdapat Beberapa Jenis Proposal, Berikut Dibawah Ini Penjelasannya

1). Proposal Bisnis
Proposal Bisnis Atau Proposal Usaha Merupakan Jenis Proposal Yang Berkaitan Dengan Dunia Usaha Atau Rancangan Rencana Kerja Yang Disampaikan Baik Itu Oleh Perseorangan Maupun Kelompok Kepada Investor.

2). Proposal Kegiatan
Proposal Kegiatan Merupakan Pengajuan Rencana Suatu Kegiatan Baik Itu Bersifat Individu Maupun Kelompok. Contoh Proposal Kegiatan, Diantaranya Proposal Kegiatan Pentas Seni Budaya, Proposal Kegiatan Perpisahan Sekolah Dan Proposal Kegiatan Perkemahan Dll.

3). Proposal Penelitian
Proposal Penelitian Merupakan Suatu Acuan, Ide, Usulan, Ide Atau Gagasan Yang Ditujukan Pada Badan, Instansi Atau Yang Lainnya Untuk Mengadakan Sebuah Penelitian Terhadap Sebuah Masalah. Proposal Berisi Tentang Gambaran Singkat Penelitian, Latar Belakang Dan Maksud Serta Tujuan, Alasan Mengapa Isi Atau Topik Terut Diangkat, Waktu Yang Dibutuhkan, Lokasi Penelitian Dll.

4). Proposal Wirausaha
Dalam Proposal Wirausaha Perlu Dipahami Pada Siapa Proposal Anak Ditujukan, Apakah Pada Owner (Pihak Intern Yang Mempunyai Jabatan Lebih Tinggi), Mitra (Partner Yang Akan Diajak Kerjasama), Lembaga Perizinan Dan Atau Pada Pihak Sponsor.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Banjir

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Banjir

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Banjir
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Banjir

Pernyataan Umum
Banjir merupakan peristiwa bencana alam yang dampaknya meliputi kerusakan fisik, moril dan materil. Ada dua jenis banjir, yakni banjir besar atau bandang dan banjir kecil. Banjir bandang ditandai dengan meluapnya air dengan volume besar yang menerjang dan menggenangi pemukiman warga. Banjir inilah yang menyebabkan banyak kerusakan, seperti pada jalan, jembatan, struktur bangunan dan lain-lain.

Isi
Meskipun sebuah bencana alam, banjir tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga ada faktor manusia. Beberapa faktor alam yang menjadi sebab timbulnya banjir antara lain, curah hujan tinggi, letak geografis suatu daerah, pasang naik air laut dan letak daerah yang berada pada cekungan sehingga air sulit mengalir.

Faktor yang berasal dari manusia diantaranya penebangan hutan secara liar, buang sampah sembarangan, tidak melakukan reboisasi hutan dan lain sebagainya yang disebabkan oleh tangan manusia.

Dampak banjir bandang bagi kehidupan manusia begitu luas. Banyak barang berharga hilang terbawa arus air yang deras. Fasilitas-fasilitas umum rusak parah, air bersih sulit didapat dan dalam jangka pendek akan timbul berbagai penyakit.

Dampak lainnya adalah pembangunan kembali sarana dan prasarana yang membutuhkan waktu dan biaya yang banyak.

Kesimpulan
Banjir merupakan bencana alam yang tidak bisa dihindari, namun bisa kita cegah. Cara yang paling sederhana yaitu dengan selalu membuang sampah pada tempatnya sehinga saluran air tidak tersumbat.

Menanam kembali hutan yang gundul juga menjadi solusi karena akar pada tumbuhan mampu menyerap air.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Banjir
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Banjir

Pernyataan Umum:
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Biasanya banjir datang secara mendadak dan mengalir deras sehingga menghanyutkan benda-benda. Banjir bisa mengakibatkan beragam masalah seperti ekonomi, sosial, dan merusak sarana prasarana yang ada.

Urutan Sebab-Akibat:
Kita ketahui bersama mengenai banjir bahwa terdapat beberapa penyebab. Penyebab terjadinya banjir yang pertama karena curah hujan yang tinggi di suatu daerah sehingga air sungai tidak bisa menampung kapasitas air seperti biasanya.

Sampah yang berada di sungai karena dibuang sembarangan oleh manusia juga bisa mengakibatkan banjir karena aliran air sungai menjadi terhalang dan mampet.

Hutan yang gundul akibat penebangan liar juga berpengaruh terhadap timbulnya banjir. Sebab, akar pohon yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap air, tidak ada. Sehingga air tidak terserap dan akan menggenang di daratan.

Kita lihat kota besar seperti Jakarta, banyak pemukiman warga yang terdapat di pinggir sungai. Rumah yang berada di bantaran sungai menjadi salah faktor penyebab banjir. Karena tanah bisa saja longsor dan menutupi sisi sungai.

Kemudian, faktor lain penyebab terjadi banjir karena bendungan yang jebol karena lingkungan yang kurang terawat. Dan bendungan yang jebol bisa juga karena faktor hujan sehingga debit air meningkat.

Simpulan/Penutup (interpretasi):

Dampak yang diakibatkan oleh banjir dibagi menjadi 3, yaitu dampak primer, dampak sekunder, dan dampak tersier (jangka panjang).

  • Dampak primer: kerusakan fisik seperti mobil, bangunan, jembatan, jalan raya.
  • Dampak sekunder: persediaan air, penyakit, pertanian dan kesediaan pangan, transportasi, pepohonan.
  • Dampak tersier/jangka panjang: ekonomi menjadi sulit karena penurunan jumlah wisatawan, kelangkaan makanan, biaya pembangunan kembali.


Sehingga kami mengajak agar kita lebih tertib lagi membuat sampah, jangan sampai membuat sampah di area sungai yang justru bisa mengakibatkan banjir yang efeknya kembali ke diri kita masing-masing.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gempa Bumi

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gempa Bumi

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gempa Bumi

Gempa Bumi

Gempa bumi adalah peristiwa alam berupa gerakan bergelombang atau getaran pada kulit bumi yang bisa terjadi karena pergerakan lempeng bumi maupun letusan gunung berapi. Untuk gempa yang disebabkan pergerakan lempeng bumi disebut dengan gempa tektonik. Sedangkan gempa yang disebabkan oleh letusan gunung berapi disebut gempa vulkanik.

Ada banyak kerugian yang ditimbulkan oleh gempa bumi berskala besar. Diantaranya hancurnya bangunan-bangunan yang kurang kokoh sehingga menimbulkan korban jiwa. Gempa bumi juga bisa menyebabkan trauma bagi korbannya.

Dilihat dari penyebabnya, gempa bumi memang tidak bisa diprediksi dan tidak mengenal musim. Karena itu setiap orang harus lebih waspada dan mampu mengantisipasi akibat dari gempa bumi. Misalnya berlari ke arah lapangan jika gempa terjadi dan melindungi kepala agar terhindar dari benturan.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tsunami

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tsunami

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tsunami

Pernyataan Umum:

Tsunami berasal dari bahasa jepang dan terdiri dari 2 suku kata yaitu “tsu” (pelabuhan) dan “nami” (gelombang). Para ilmuwan biasa mengartikan dengan sebutan tidal wave (gelombang pasang) atau seismic sea waves (gelombang laut akibat gempa).

Tsunami merupakan gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dengan kecepatan yang tinggi yang menuju kawasan pantai, disebabkan karena aktivitas gunung berapi atau gempa dibawah laut.

Urutan Sebab-Akibat:

Saat gempa terjadi dan permukaan dasar laut naik turun di sepanjang patahan maka saat itulah tsunami terbentuk. Patahan itu menyebabkan keseimbangan air laut terganggu. Patahan yang besar akan menghasilkan gelombang yang besar juga.

Sesaat setelah gempa terjadi, air laut akan mengalami surut. Dan akan kembali ke daratan dalam bentuk gelombang besar (tsunami).

Tsunami juga terjadi karena letusan gunung berapi di dasar laut yang mengakibatkan tingginya pergerakan air laut atau perairan di dekatnya.

Tsunami memiliki kecepatan gelombang yang lebih besar daripada gelombang biasa. Bahkan sampai 700km/jam dan hampir sama dengan kecepatan pesawat.

Biasanya tinggi gelombang tsunami 50 – 100 meter dan menyebar ke semua arah. Ketinggian tsunami juga dipengaruhi oleh bentuk dan kedalaman pantai. Maka dari itu gempa bumi di dasar laut sangat memungkinkan untuk terjadinya tsunami.

Simpulan/Penutup (interpretasi):

Nyatanya, tsunami menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan kerusakan besar bahkan bisa merenggut ribuan jiwa sekaligus apabila terjadi secara mendadak.

Maka dari itu kita wajib waspada setiap saat dan menyiapkan diri untuk menghadapi bencana alam tsunami. Walau tidak semua gempa dan letusan gunung berapi di dasar laut menyebabkan tsunami.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Angin Puting Beliung

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Angin Puting Beliung

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Angin Puting Beliung

Angin Puting Beliung

Angin puting beliung adalah fenomena alam berupa putaran angin yang sangat kencang dan membentuk hubungan antara cumulonimbus dengan tanah. Dalam beberapa kejadian yang cukup langka terjadi hubungan antara dasar awan cumulus dengan permukaan tanah.

Biasanya angin ini berbentuk corong kondensasi dengan ujung menyempit menyentuh bumi dan dikelilingi awan yang membawa puing-puing.

Angin puting beliung terjadi karena bentrokan antara udara panas dan dingin. Selain itu adanya arus udara yang naik ke atas secara kuat di dalam awan. Biasanya angin puting beliung terjadi ketika musim pancaroba.

Angin puting beliung dapat mengakibatkan kerusakan karena dapat merobohkan dan membawa apa saja yang dilewatinya. Ditambah lagi angin puting beliung sering terjadi bersamaan dengan petir dan hujan deras. Dalam setahun ada banyak kerugian jiwa dan materiil karena angin puting beliung.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gunung Meletus

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gunung Meletus

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gunung Meletus
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gunung Meletus


Pernyataan Umum:

Contoh teks eksplanasi peristiwa alam berikutnya yaitu Gunung Meletus. Fenomena alam ini terjadi karena adanya endapan magma yang ada di perut bumi dan disemburkan oleh gas dengan kekuatan besar.

Selain tsunami, gunung meletus juga menjadi salah satu bencana alam yang mengerikan dan bisa menyebabkan banyak korban jiwa.

Urutan Sebab-Akibat:

Bisa dikatakan bahwa nyaris semua gunung berapi berkaitan dengan daerah kegempaan yang aktif, karena berkaitan langsung dengan batas lempeng bumi. Peristiwa alam gunung meletus diawali dengan perubahan tekanan batas lempeng bumi dan perubahan suhu yang drastis.

Hal tersebut membuat material batuan disekitarnya meleleh, biasa kita sebut dengan magma atau cairan pijar. Magma ini akan mengintruksi material disekitarnya melewati rekahan-rekahan menuju permukaan bumi.

Bahkan di kedalaman yang relatif, suhu yang sangat tinggi bukan hanya mampu melelehkan magma bahkan bisa seluruh material yang berada di dalam perut bumi.

Disaat itu juga akan muncul gas yang akan bercampur dengan magma. Magma yang keluar saat gunung meletus terbentuk di kedalaman 60-160 KM dibawah permukaan bumi.

Lalu gas yang bercampur dengan magma tersebut berada dibawah tekanan batuan-batuan padat yang ada disekitar kawah. Sehingga tekanan ini membuat gas dan magma bergerak ke permukaan bumi dan meletus secara bersamaan.

Maka terbentuklah lubang utama. Karena nyatanya memang sebagian besar magma dan material vulkanik lain menyembur melalui lubang ini.

Ketika semburan telah berhenti, biasanya di bagian puncak gunung akan terbentuk kawah yang menyerupai mangkuk dan lubang utama terletak di dasar kawah tersebut.

Ada dampak negatif dan positif yang disebabkan oleh letusan gunung berapi. Dampak negatif yang paling terlihat yaitu bahayanya terhadap manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.

Karena mengeluarkan gas beracun, awan panas, debu vulkanik, dan bebatuan yang keluar dari gunung yang meletus. Setelah erupsi berakhir terdapat kemungkinan terjadi hujan lahar, rusaknya lahan pertanian dan perkebunan.

Bahkan sejarah pernah mencatat pernah ada bencana alam letusan gunung berapi yang mengakibatkan tewasnya ribuan orang dan menyebabkan iklim di dunia berubah.

Sedangkan dampak positif yang bisa terlihat yaitu lahan di daerah gunung berapi menjadi subur, material yang keluar bisa dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat, sumber daya air, wisata alam, dan energi panas bumi.

Simpulan/Penutup (interpretasi):

Sehingga hingga sekarang gunung berapi masih menjadi hal yang menyeramkan untuk manusia. Karena luar biasanya gunung berapi sampai bisa mengakibatkan terbentuknya pulau dan danau, bahkan bisa menutupi atmosfer bumi yang menyebabkan perubahan suhu yang ekstrim.

Untuk itu kita perlu memperhatikan Skema peringatan gunung berapi di Indonesia yang diberikan oleh BMKG. Sehingga kita bisa menentukan waktu yang tepat untuk mengungsi apabila terjadi erupsi gunung berapi di sekitar daerah kita.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tanah Longsor

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tanah Longsor

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tanah Longsor

Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan peristiwa bencana alam akibat adanya pergerakan tanah atau masa batuan. Tanah longsong juga dikenal sebagai fenomena tanah dan bebatuan yang amblas dari ketinggian tertentu. Terdapat dua faktor yang melatarbelakangi terjadinya tanah longsor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong mempengaruhi kondisi material. Sedangkan faktor pemicu merupakan penyebab material bergerak.

Tanah longsor sering terjadi di Indonesia khususnya daerah rawan longsong yang kurang ditanami pohon. Tanah longsor di Indonesia juga dipengaruhi karena adanya gempa bumi. Curah hujan yang tinggi dan ulah tangan manusia juga menjadi penyebab mengapa tanah longsor terjadi. Kita akan banyak menemukan berita tanah longsong tentunya saat musim hujan.

Setelah hujan, air di dalam tanah akan menguap. Penguapan ini menyebabkan timbulnya rongga tanah sehingga saat hujan kembali, air masuk ke dasar lereng menyebabkan gerakan lateral. Gerakan lateral inilah yang menyebabkan tanah longsor. Oleh karena itu saat hujan masyarakat harus waspada. Untuk mencegah terjadinya longsor saat hujan dapat dilakukan dengan menanam pohon karena akar pohon dapat menahan air yang masuk ke tanah.

Bencana tanah longsor menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Tak sedikit bencana tanah longsor yang menyebabkan kematian dan luka-luka pada masyarakat yang terkena musibah. Bahkan tidak hanya kehilangan nyawa, tanah longsor yang memiliki kecepatan rata-rata 100km/jam dapat menimbun rumah dan sawah-sawah. Kerugian materiil juga dirasakan bagi penduduk sekitar. Oleh karena itu saat musim hujan tiba, hindari tempat-tempat yang rawan longsor. Jika curah hujan cukup tinggi, mengungsilah ke tempat yang lebih aman.

Nah itulah pembahasan singkat mengenai contoh teks eksplanasi yang baik dan benar. Mulai dari contoh teks eksplanasi sosial, contoh teks eksplanasi kompleks, contoh teks eksplanasi fenomena alam, contoh teks eksplanasi budaya, contoh teks eksplanasi beserta strukturnya, contoh teks eksplanasi kebakaran hutan, contoh teks eksplanasi kekeringan, dan contoh teks eksplanasi tanah longsor.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tanah Longsor
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Tanah Longsor


Pernyataan Umum:

Berpindah ke teks eksplanasi mengenai peristiwa alam berikutnya yaitu tanah longsor. Longsor adalah suatu peristiwa geologi yang timbul karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya gumpalan tanah yang besar atau jatuhnya bebatuan. Biasanya longsor terjadi karena 2 faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu.

Faktor pendorong yaitu faktor yang mempengaruhi kondisi material, sedangkan faktor pemicu yaitu faktor penyebab materi tersebut bergerak. Meski banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tanah longsor, tetap penyebab utamanya yaitu “gravitasi yang mempengaruhi suatu lereng yang curam”.

Urutan Sebab-Akibat:

Negara kita sering mengalami tanah longsor, kebanyakan disebabkan oleh gempa dan juga hujan deras. Gempa menyebabkan pergerakan lempeng bawah tanah sehingga tergeser.

Proses terjadinya longsor yang pertama yaitu meresapnya air hujan kedalam tanah sehingga mempengaruhi beban dalam tanah sehingga akan berada dibatas maksimal dalam mengandung air.

Kemudian perubahan tekstur tanah, saat air sudah sampai menembus ke bagian tanah yang kedap air maka tanah akan menjadi licin, sehingga terjadilah pergerakan tanah yang sangat cepat.

Permukaan tanah akhirnya mengalami pelapukan, begitu juga struktur lapisan tanah yang ada dibawahnya sampai ke dasar tanah. Inilah yang menyebabkan tanah bergerak kemudian keluar lereng dan terjadilah tanah longsor.

Simpulan/Penutup (interpretasi):

Peristiwa alam bencana longsor ini menyebabkan kerugian yang besar, mulai dari kerusakan rumah, putusnya akses kendaraan, hilangnya harta benda, dan korban jiwa.

Karena sangat jarang orang dalam kejadian tanah longsor bisa menyelamatkan diri, itu dikarenakan kecepatan tanah longsor bisa sampai 100km/jam.

Seandainya ada korban yang selamat, mungkin dia akan mengalami trauma. Untuk itu, jika kamu mendengar suara gemuruh didekat tebing/jurang, segeralah lari menjauh ke dataran yang stabil. Semoga kita selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Kebakaran Hutan

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Kebakaran Hutan

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Kebakaran Hutan

Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan merupakan bencana alam yang kerap kali terjadi di Indonesia. Hutan merupakan habitat berbagai dan tumbuhan mengalami perubahan bentuk karena bermacam penyebab. Salah penyebab yang paling sering terjadi adalah pembakaran besar-besaran untuk menghanguskan tumbuhan asli hutan sehingga didapatkan lahan kosong yang siap ditanami tumbuhan tertentu untuk keperluan suatu industri. Kebakaran hutan sering terjadi di daerah yang intensitas panas matahari sangat tinggi.

Faktor penyebab terjadi bencana kebakaran hutan bermacam-macam. Terdapat dua faktor utama seperti faktor alam dan faktor manusia. Contoh faktor alami yaitu petir, lelehan lahar dari gunung berapi, dan gesekan antar pohon saat musim kemarau panjang. Gesekan antar ranting pohon ini dapat memicu terbentuknya api yang dapat menjalar dan membakar hutan.

Hutan-hutan yang berada di daerah sub-tropis sering mengalami kebakaran hutan jika tersambar petir. Namun kasus ini jarang terjadi karena biasanya setelah petir akan turun hujan sehingga jika terjadi api maka akan segera terpadamkan oleh air hujan. Faktor alami lainnya yaitu lelehan lahar gunung berapi. Fenomena ini biasanya terjadi di lereng gunung seperti merapi. Kebakaran dapat terjadi jika lahar yang melewati hutan masih panas.

Sebagian besar kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia disebabkan karena faktor ulah manusia yang tidak bisa menjaga alam. Adanya unsur kesengajaan memang kerap kali di sembunyikan oleh media Indonesia. Banyak sekali industri-industri yang memerlukan lahan terpaksa membakar hutan. Kasus kebakaran hutan juga bisa disebabkan karena api unggun yang tidak benar-benar mati sebelum ditinggalkan.

Kebakaran hutan tentu menyebabkan lingkungan menjadi rusak, ekosistem hewan terancam, dan adanya korban manusia. Tidak hanya itu, kebakaran hutan juga menimbulkan polusi udara seperti yang terjadi di Riau beberapa waktu lalu. Hal ini tentu mengganggu kesehatan ekosistem dan lingkungan. Oleh karena itu kita perlu menjaga dan melestarikan hutan. Pemerintah seharusnya lebih sigap memberikan solusi agar meminimalisir terjadinya kebakaran hutan di Indonesia.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gerhana Matahari

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gerhana Matahari

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gerhana Matahari
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Gerhana Matahari

Pernyataan Umum:
Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka dan menarik untuk diamati. Gerhana matahari terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun sekali. Fenomena ini terjadi ketika posisi bulan berada tepat diantara matahari dan bumi dalam satu garis lurus sehingga cahaya matahari akan tertutup oleh bulan selama beberapa detik.

Bagian Penjelasan:
Untuk dapat melihat gerhana matahari diperlukan teropong khusus atau media yang melindungi mata. Jika fenomena ini dilihat dengan mata telanjang tentu akan membahayakan keselamatan mata bahkan bisa menimbulkan kebutaan. Hal ini disebabkan karena retina mata rusak oleh radiasi tinggi dari sinar matahari. Radiasi ini tak kasat mata dengan panjang gelombang tertentu. Mata manusia tidak dapat bertahan dengan radiasi tersebut.

Penutup:
Banyak cara yang bisa dilakukan agar tetap dapat menikmati gerhana matahari. Selain menggunakan teropong khusus gerhana matahari, ada salah satu cara cara paling ekonomis adalah menggunakan film. Film ini akan membantu melindungi mata meskipun tidak maksimal.

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Kekeringan

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.


Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Kekeringan

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif

Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam
Contoh Teks Eksplanasi Fenomena Alam Tentang Kekeringan

Kekeringan

Kekeringan sempat melanda Indonesia beberapa waktu lalu ketika kemarau melanda. Kekeringan ini merupakan fenomena alam yang seringkali terjadi apabila curah hujan sangat rendah dan di daerah yang minim jumlah pohon dan hutan. Hal ini karena hutan dan pohon dapat bertindak sebagai penyimpan air. Jadi jika suatu daerah minim pohon, hal ini bisa berdampak pada kekeringan.

Kekeringan tentu saja menyebabkan kegiatan masyarakat terganggu seperti kegiatan mencuci, memasak, mandi, dan sebagainya. Terutama bagi industri yang membutuhkan air cukup banyak. Di beberapa daerah bahkan mempercayai mitos bahwa dengan membuat asap, maka akan mengundang hujan turun. Sebenarnya untuk berjaga-jaga akan bencana kekeringan tentu saja setiap rumah harus mempunyai tempat persediaan air. Saat kekeringan warga dianjurkan untuk menghemat penggunaan air agar cukup untuk keperluan makan dan minum.

Contoh Teks Eksplanasi Kompleks Tentang Bahaya Rokok

Contoh Teks Eksplanasi Kompleks - Terdapat banyak jenis teks yang biasa kita baca sehari-hari salah satunya adalah teks eksplanasi. Dilihat dari kata-nya seharusnya Anda sudah paham apa itu teks eksplanasi. Eksplanasi berasal dari serapan bahasa inggris yang mengandung arti tindakan menjelaskan atau menerangkan dan keterangan, pernyataan atau fakta yang menjelaskan.

Contoh Teks Eksplanasi Kompleks Tentang Bahaya Rokok

Teks Eksplanasi merupakan teks yang dibuat berdasarkan pengamatan tentang proses terjadinya atau terbentuknya suatu fenomena alam atau sosial.

Menurut Anton M. Moeliono, Teks Eksplanasi adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan dengan menghubungkan proporsi yang satu dengan yang lain. Untuk membuat teks eksplanasi sesuai kriteria dibutuhkan kemampuan menganalisis informasi. Analisis berfungsi untuk mendapatkan teks eksplanasi yang sederhana, lengkap, dan standar.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi adalah sebagai berikut:
  1. Struktur terdiri dari penjelasan umum, penjelasan proses, dan penutup.
  2. Memuat informasi berdasarkan fakta.
  3. Biasanya memuat informasi keilmiahan.
  4. Maknanya mudah dipahami.
  5. Sifatnya informatif.
  6. Pesan yang disampaikan efektif.
Struktur Teks Eksplanasi
    Salah satu perbedaan mendasar yang dimiliki oleh jenis teks ini adanya struktur runtut dalam pembuatannya. Dalam contoh teks eksplanasi bencana misalnya. Dimulai dengan keterangan singkat, sebab akibat terjadinya bencana tersebut dan diakhiri dengan kesimpulan. Untuk memudahkan Anda dalam mempelajarinya, berikut ini adalah urutan struktur tersebut.

    1. Penjelasan Umum
Bagian pembuka ini berisikan keterangan singkat tentang apa yang dijelaskan. Penjelasan umum ini meliputi di mana dan bagaimana fenomena itu terjadi. Misalnya fenomena tentang gerhana matahari. “Gerhana matahari yang pernah terjadi kemarin berlangsung di berbagai daerah di Indonesia. Gerhana tersebut berlangsung karena posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada garis yang sama.

Sehingga pada saat gerhana tersebut, bumi yang semula terang mendadak menjadi gelap untuk beberapa saat”. Tahapan ini mengawali pembentukan teks eksplanasi. Meskipun umum namun harus berdasarkan fakta dan bersifat ilmiah. Harus ada data yang akurat yang mendasarinya. Misalnya pada teks eksplanasi banjir, diawali dengan apa itu bencana banjir dan daerah mana saja yang sering terkena dampak bencana ini.

    2. Penjelasan Proses
Bagian ini berisikan rangkaian penjelasan yang lengkap tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa terjadi atau bekerja. Penjelasan tersebut ditulis secara berurutan dari awal hingga akhir terkait fenomena yang menjadi topik pembahasan. Misalnya fenomena gerhana matahari tadi. “Fenomena gerhana matahari merupakan fenomena alam yang terjadi dalam rentang waktu tertentu.

Fenomena ini tergolong fenomena langka yang terjadi beberapa tahun sekali. Sehingga tidak heran banyak masyarakat yang mencoba mengabadikan fenomena tersebut. Gerhana matahari terjadi berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena tersebut berhasil membuat gelap langit Indonesia untuk beberapa menit. Kemudian terang kembali, setelah matahari kembali beredar dan bergeser dari titik sebelumnya”.

Selanjutnya dijelaskan mengenai penyebab terjadinya peristiwa tersebut dan akibat yang ditimbulkan. Penyajiannya harus runtut agar mudah dimengerti oleh pembaca. Dalam contoh teks eksplanasi berkaitan dengan peristiwa alam, akan dijelaskan mengenai penyebab, jenis, dan yang terakhir adalah dampaknya bagi lingkungan sekitar.

    3. Penutup
Struktur teks eksplanasi  yang ketiga adalah bagian penutup. Bagian teks ini berisi kesimpulan/rangkuman dari fenomena yang sedang dibahas. Misalnya kesimpulan dari fenomena gerhana matahari tadi. “Berdasarkan penjelasan tadi dapat dipahami bahwa gerhana matahari merupakan fenomena alam yang langka. Fenomena ini berlangsung cukup lama di berbagai daerah di Indonesia”.

Struktur teks eksplanasi yang terakhir berupa rangkuman berdasarkan data yang ada di dua tahapan diatas. Pada contoh teks eksplanasi sosial mengenai masalah pengangguran misalnya, penutup berupa solusi yang mungkin bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut beserta kemungkinan yang terjadi jika pengangguran tidak bisa diatasi dengan segera.

Kaidah Kebahasan Teks Ekplanasi
    Untuk memahami teks eksplanasi, perlu dipahami kaidah-kaidahnya. Kaidah-kaidah tersebut adalah:
  1. Mengguakan kata benda yang bersifat umum, seperti pesawat terbang, mobil, gunung berapi, keamanan, ketertiban dll.
  2. Menggunakan kata kerja, misalnya lari, kerja, mendorong, memperhatikan, bermain dll.
  3. Terdapat istilah ilmiah
  4. Menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana dalam mengungkapkan proses
  5. Menggunakan fakta, seperti robot dapat bergerak karena mempunyai mesin
  6. Menggunakan bentuk kalimat pasif, seperti energi berasal dari matahari, keamanan perlu dijaga bersama
  7. Menggunakan konjungsi, seperti kemudian, setelah itu, oleh sebab itu dll.
  8. Bersifat Informatif
Contoh Teks Eksplanasi Kompleks
Contoh Teks Eksplanasi Kompleks Tentang Bahaya Rokok


Bahaya Rokok

Rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus dengan daun nipah atau kertas. Ukuran rokok bisa bervariasi, ada yang 70 hingga 120 mm dengan diameter kira-kira 10 mm. Rokok dibakar pada salah satu ujung dan dihisap dengan ujung lainnya agar asapnya bisa dihirup lewat mulut.

Saat ini pemerintah tengah gencar menggalakkan tentang bahaya rokok yang ditulis di setiap bungkusnya. Rokok memang dapat menimbulkan masalah kesehatan, antara lain menyebabkan kanker, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan masih banyak lagi.

Hal tersebut dikarenakan dalam sebatang rokok terdapat sangat banyak zat berbahaya. Seperti nikotin yang mengakibatkan kecanduan, merusak jaringan otak, menyebabkan darah cepat membeku, dan mengeraskan dinding arteri.

Secara kasatmata nampak bahwa paru-paru perokok perlahan-lahan akan berubah warna menjadi kuning kecoklatan. Belum lagi masalah kesehatan lain serta pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh rokok. Karena itu kesadaran akan bahaya rokok harus semakin ditingkatkan.


Contoh Teks Eksplanasi Kompleks

Berikut ini merupakan contoh teks eksplanasi kompleks.

Rokok terbuat dari tembakau yang digulung menggunakan kertas khusus. Rokok juga mengandung nikotin dan bahan berbahaya lain. Cara menggunakan rokok hanya dengan dibakar ujungnya lalu dihisap dari bagian pangkal. Rokok cukup diminati karena menurut perokok aktif, terdapat sensasi tersendiri saat merokok.

Bahaya rokok sudah banyak dijelaskan dan dikampanyekan agar orang-orang sadar untuk berhenti merokok. Bahkan dibalik bungkus rokok tertulis akibat-akibat merokok. Pemerintah juga sangat menghimbau untuk tidak merokok karena dapat menyebabkan penyakit jantung, keguguran, masalah pernapasan, dan bau mulut. Selain itu merokok bisa membuat orang menghindar terutama bagi yang tidak menyukai asap rokok.

Efek negatif rokok bisa jangka pendek maupun jangka panjang. Memang untuk berhenti merokok sangatlah tidak mudah karena rokok mengandung senyawa yang membuat ketagihan. Namun jika sudah memiliki niat yang kuat dan kesadaran tinggi, sebaiknya para perokok aktif ini didukung atas usahanya berhenti merokok.