Tips Desain 101: LOGO



Ketika kita membahas tentang logo, pasti enggak akan ada habisnya! Entah bagaimana cara mendesain logo yang bagus, yang kreatif, cara cari inspirasinya, cara buat design brief, hingga cara nagih sisa pembayaran desain logo kita. Logo, 4 kata tapi you know what
, masih ada yang menggampangkan proses logo yang mungkin hasil akhirnya 'cuma gitu doang'. Well, this is the art of logo ^^

Dikarenakan ada banyaknya permintaan dari #Geether tentang tips dan triks logo. Di sini Geetha akan share 101 tips desain: logo (part 1). Enggak tanggung-tanggung kan? What are you waiting for? Read on!

01. Logo yang 'baik' enggak ada yang instan sehari jadi. Mendesain logo (atau apa pun) semuanya butuh proses.

02. Terinspirasi dengan logo lain itu enggak masalah, tapi jangan jadi plagiat! Inspirasi bukan berarti imitasi. Remember that.

03. Logo sebaiknya di desain dengan software vector-based seperti Adobe Illustrator atau Corel Draw. Kenapa? Karena vector tidak akan membuat resolusi logomu jadi pecah walau pun di resize sebesar apa pun. Cek perbedaan vektor dan bitmap di sini.

04. Perhatikan readability logo, kalo dari dekat saja sulit dibaca (butuh waktu sekian detik) bagaimana kalo dari jauh?

05. Logo yang baik harus fleksibel. Kalo dibesarin atau dikecilin masih sama-sama jelas dan efektif. Kalo diletakkan dengan latar belakang warna putih dan hitam (atau warna gelap) harus sama-sama enak dilihat. Nah, jika hanya bagus dengan latar belakang putih saja, lupakan pilihan logo ini. Ngerti kan maksudnya?

06. Tahukah kamu kalo satu warna saja bisa mempunyai banyak arti? Warna memegang peranan yang sangat penting pada design. Sebelum menentukan warna pada logo, pahami dulu teori dan emosi warnanya. Cek di sini untuk lebih jelasnya: Color Theory for Designers, Part 1: The Meaning of ColorColor Emotion Guide dan Colors Psychology.

07. Never fall in love with your first idea. Karena kalo kamu langsung yakin dengan konsep pertama, sayang banget karena bisa jadi konsep nomor 3 dan 4 bisa aja lebih bagus.

08. Buat sketsa/coretan logo sebanyak-banyaknya sampe mentok baru pilihlah beberapa yang potensial baru di 'transfer' ke komputer/laptop.

09. Karena kalo langsung desain di komputer, kamu malah lebih fokus mainan efek-efek keren yang ada di software sehingga explore logo tidak maksimal.

10. Sebelum start membuat banyak sketsa konsep logo, WAJIB hukumnya untuk buat design brief/kuesioner ke client terlebih dahulu.

Penentu hasil akhir logo - Design Brief Print and Web Template

11. Design brief sangat menentukan hasil akhir logo. Design brief biasanya berisikan kuesioner yang menanyakan: target audience, siapa saja kompetitornya, goal, budget, project, apa yang membuat client berbeda dengan pesaing, dan lain-lain. Jangan pernah sepelekan kuesioner ini.

12. Referensi cara membuat design brief untuk graphic designer: How do I write a good design brief?, 7 Basics to Create a Good Design BriefHow To Write An Effective Design Brief and Get The Design You Want!

13. Kalo ditanya client berapa lama sih selesai logonya? Kenapa si client kaget dengan jawabanmu? Kirimkan process sheet supaya client tahu detail tiap proses dan lama pengerjaan logo tersebut. Misal: brainstorming (1 minggu), sketsa (2 minggu), tracing logo ke laptop/komputer (5 hari) dan seterusnya. Ini berguna banget supaya client tidak berasumsi kamu membuang waktu lama hanya untuk mendesain logo yang 'cuma gitu doang'.

14. Tiap designer punya prosedur yang berbeda, tapi pada umumnya beginilah urutannya: Designer memberikan service dan price list ke client --> Designer memberikan process sheet --> surat kontrak kerja (SKK) --> Invoice. Bayar DP (biasanya 50%) --> Designer memberikan design brief --> Research --> Sketsa --> Tracing --> Review/ACC --> Revisi --> Fixed design --> Invoice. Pelunasan DP --> Serah terima file dan produk desain.

15. Pada saat research, kamu bisa gunakan pinterest, dan ciptakan mood board khusus untuk client jadi kamu bisa mengumpulkan semua hasil research, inspirasi dan referensi di dalam sana.

16. Ketika menyerahkan dummy logo/brand identity, jangan lupa sertakan juga mockup-nya supaya terlihat lebih real. Kamu bisa download mockup branding di sini.

17. Mendesain brand identity? Jangan lupakan untuk membuat GSM (Guide Standard Manual).

18. Referensi GSM bisa di lihat di: Bulging Sack of Brand Identity Guideline ResourcesCorporate Identity Manuals & GuidesBrand identity style guides from around the world.

19. Masih bingung perbedaan dari logo, branding dan identity? Baca detailsnya di sini.

20. Usahakan logo minimalis tapi bukan berarti maksimalis itu enggak bagus, experiment it away!



21. Kehabisan ide untuk desain invoice yang kreatif? Cek inspirasinya di: Invoice Like A Pro: Examples and Best Practices dan Invoice design inspirations on Pinterest.

22. Jangan lupa untuk ingatkan client untuk segera mendaftarkan merk/logo pada HAKI di daerah client tinggal. Jika client tinggal satu area denganmu, kamu bisa tawarkan untuk mengurusnya. Kamu bisa tambahkan fee tambahan untuk mengurus ini dalam invoice/price list.

23. Jika mau menggunakan font dalam logo, pastikan font itu aman untuk digunakan secara komersil. Jangan abaikan tulisan 'Disclaimer/Notes/Read Me' yang tertera pada website di tempat kamu mengunduhnya. Tidak semua pembuat font maker mengizinkan font-nya digunakan secara komersil, banyak juga yang hanya bisa untuk keperluan pribadi. Namun tak ada salahnya untuk meminta izin terlebih dahulu, biasanya kamu akan diminta donation minimum US $60 ke atas jika ingin menggunakan dalam logo.

24. Jika kamu menggunakan font dalam logo (logotype), jangan gunakan font yang 'terlalu' dekoratif (kecuali kalo kamu mendesain logo band death metal misalnya). Jangan juga gunakan font Comic Sans, Verdana, Times New Roman dan sejenisnya :|

25. Walau pun font Helvetica merupakan salah satu font yang paling banyak penggemarnya. Ada baiknya hindari menggunakan font ini karena selain sudah mulai 'pasaran' (diantaranya: Panasonic, Tupperware, Microsoft, dan masih banyak lagi), font ini dianggap 'cari aman' dan dikhawatirkan akan bernasib sama seperti Comic Sans (karena over-abused).

26. Batasi penggunaan font sebanyak dua jenis saja, tidak lebih.

Kebetulan atau disengaja? Chanel Sends DC A Cease & Desist


27. Untuk menghindari tuduhan plagiat: ketika dalam tahap sketsa/tracing thumbnails logo, pastikan untuk research logo yang mempunyai konsep/tema setipe. Untuk berjaga-jaga kalau konsep, elemen, desainnya mirip. Walau temanya sama, bukan berarti bisa langsung dianggap plagiat kok.

28. Manfaatkan negative space. Hanya karena ada banyak space, bukan berarti bisa kamu 'hajar' ngasih elemen ini-itu supaya lebih 'ramai' juga lho ya :|

29. Jangan mengikuti trend logo mentah-mentah. Logo yang baik harus yang sesuai dengan design brief. Sekeren apa pun trend flat design, tak berarti dijamin bisa terlihat 'sukses' pada desain logo client B misalnya. Karena mendesain logo bukan mengandalkan selera style client begitu saja.

30. Hindari special effect yang berlebihan. Bayangkan jika kamu menggunakan effect shadow + bevel + emboss + outline + gradient bersamaan... Apakah akan terlihat efektif jika dibuat dalam warna hitam-putih saja? Kamu harus pikirkan bagaimana penampilan logo jika ditempatkan berbagai jenis tempat, tekstur, warna.

31. Selama ini selalu desain logo langsung dengan palet warnanya? Salah! Selalu start mendesain logo dalam warna hitam-putih terlebih dahulu. Jika logo tidak terlihat bagus dalam warna hitam-putih, berarti logo tersebut belum 'sukses'.

Part TWO coming soon ~


No comments:

Post a Comment

- Berkomentarlah dengan sopan dan bijak sesuai isi konten.
- Jika ingin bertanya, tolong lihat dulu pada komentar sebelumnya.
- Dilarang menyisipkan iklan, link aktif, promosi, dan sebagainya.